
Studi Kasus
Produsen Rak Gudang Baja Skala Menengah
Setiap pesanan rak datang dengan ukuran dan jumlah susun yang berbeda, dan perhitungan komponennya diulang dari nol setiap kali. Angka stok yang dipakai untuk menghitung pun baru diperbarui di akhir minggu. Studi kasus ini menelusuri bagaimana perhitungan itu dipindahkan ke satu struktur produk bertingkat.
- Industri
- Manufaktur Logam
- Implementasi
- Odoo ERP

Masalah yang perlu diselesaikan
Produsen ini membutuhkan cara kerja yang lebih rapi karena proses perencanaan produksi masih tersebar di beberapa spreadsheet dan dikerjakan manual. Akibatnya, tim membutuhkan waktu lebih lama untuk menghitung kebutuhan material per pesanan dan menyusun laporan biaya produksi.
Setiap pesanan rak datang dengan ukuran dan jumlah susun yang berbeda, dan perhitungan komponennya diulang dari nol setiap kali. Angka stok yang dipakai untuk menghitung pun berasal dari catatan gudang yang baru diperbarui di akhir minggu.
Kenapa pendekatan ini dipilih
Kami mempertimbangkan alur kerja, prioritas bisnis, dan batasan implementasi sebelum memilih pendekatan yang paling tepat. Pada tahap ini, yang penting bukan yang paling kompleks, melainkan yang paling masuk akal untuk dipakai tim.
Setelah melihat kebutuhan mereka, kami menilai bahwa Implementasi Odoo ERP lebih tepat karena struktur produk bertingkat dan perhitungan biaya per unit sudah tersedia sebagai modul standar. Membangunnya dari nol berarti menulis ulang sesuatu yang sudah matang, tanpa memberi tim keuntungan apa pun.

Solusi yang dibangun
Kami mengimplementasikan modul Manufacturing dan Inventory untuk membantu tim menyusun struktur produk, merencanakan kebutuhan material, dan memantau stok komponen dalam satu alur kerja. Struktur produk dibuat bertingkat, mengikuti cara tim merakit rak di lantai produksi: sub-assembly kaki dan ambalan lebih dulu, baru rak utuhnya.
Data induk produk dipindahkan lebih dulu, lengkap dengan satuan dan harga beli, supaya angka biaya yang muncul di perhitungan bukan angka kosong. Transaksi berjalan menyusul setelah tim terbiasa dengan alur barunya.

Dampak setelah digunakan
Setelah sistem digunakan, tim dapat menjalankan perencanaan produksi dengan lebih terstruktur dan mengurangi pekerjaan manual pada perhitungan kebutuhan material. Estimasi biaya untuk sebuah pesanan kini keluar dari struktur produk yang sama yang dipakai lantai produksi, bukan dari lembar hitung terpisah.
Hasil akhirnya adalah alur kerja yang lebih rapi dan lebih mudah dipantau — dan selisih antara catatan dan kenyataan yang terlihat di hari yang sama, bukan di akhir bulan.
Punya masalah yang mirip?
Kalau Anda sedang menilai apakah bisnis Anda lebih cocok memakai software custom, Odoo ERP, atau kombinasi keduanya, kami bisa bantu memetakan pendekatannya.