Lewati ke konten

Masalah Operasional

Penyebab Selisih Stok Gudang dan Cara Menutupnya

Stok opname sudah dilakukan, angkanya sudah dikoreksi, tapi bulan depan selisihnya muncul lagi. Artikel ini membantu Anda menelusuri selisih stok sampai ke titik asalnya, lalu menutup titik itu satu per satu.

Seorang petugas gudang berpolo biru tua memeriksa stok di tablet, berdiri di lorong rak berisi karton berlabel.

Bayangkan situasi ini. Sales menjanjikan 200 karton ke pelanggan karena sistem menunjukkan stoknya ada. Tim gudang turun ke rak, dan yang ada hanya 140. Sisanya tidak ada yang tahu ke mana.

Situasi seperti ini jarang terjadi karena satu kesalahan besar. Biasanya penyebabnya belasan kesalahan kecil yang menumpuk selama berminggu-minggu, di titik yang berbeda-beda.

Selisih stok adalah gejala, bukan penyakitnya

Stok opname memperbaiki angkanya, bukan penyebabnya. Setelah opname, angka di sistem memang cocok lagi dengan rak. Tapi kalau kebiasaan yang membuatnya bergeser masih sama, selisih itu akan kembali, dan tim akan mengulang opname bulan depan.

Hampir semua selisih stok lahir dari pola yang sama, yaitu barang bergerak tetapi catatannya tidak ikut bergerak. Bisa juga sebaliknya, catatannya bergerak tetapi barangnya tidak.

Karena itu, cara paling cepat memahami selisih stok adalah mengikuti perjalanan barang di gudang Anda. Perhatikan apa yang terjadi saat barang masuk, saat dipindah, dan saat keluar. Kalau bisnis Anda manufaktur, perhatikan juga saat bahan dipakai produksi. Di setiap titik itu ada celah yang khas.

Tujuh penyebab selisih stok yang paling sering

1. Penerimaan dicatat dari dokumen, bukan dari hitungan

Barang datang, lalu admin menginput jumlah sesuai purchase order atau surat jalan pemasok. Padahal yang benar-benar turun dari truk bisa kurang, lebih, atau sebagian rusak. Selisihnya sudah tercipta sejak hari pertama, dan baru ketahuan berminggu-minggu kemudian.

2. Perpindahan antar gudang hanya tercatat di satu sisi

Barang dikirim dari gudang pusat ke gudang cabang. Gudang pusat sudah mengurangi stoknya, tapi gudang cabang belum menerima atau lupa mencatat. Selama barang ada di jalan, stoknya seolah hilang dari kedua gudang. Kalau penerimaannya tidak pernah dicatat, barang itu benar-benar hilang dari sistem.

3. Barang keluar dulu, dicatat belakangan

Ada pesanan mendesak, barang langsung dikirim, dan pencatatannya “nanti saja”. Kadang nanti itu tidak pernah datang. Kasus sebaliknya juga sering terjadi. Pengiriman sudah dicatat, lalu batal di menit terakhir, dan barangnya kembali ke rak tanpa catatan.

4. Retur, barang rusak, dan sampel tidak punya dokumen sendiri

Retur dari pelanggan ditaruh di pojok gudang. Barang rusak dibuang. Sampel dibawa sales ke calon pelanggan. Barang dipakai untuk keperluan kantor. Semua ini mengurangi atau menambah stok fisik, tapi tidak punya jalur pencatatan yang jelas, sehingga tidak pernah masuk ke sistem.

5. Pemakaian bahan produksi dicatat dari BoM, bukan dari lantai produksi

Untuk manufaktur, ini penyebab yang paling licin. Sistem mengurangi bahan baku sesuai bill of material (BoM) standar. Padahal di lantai produksi ada bahan yang terbuang, ada produk reject, ada sisa potongan yang kembali ke gudang. Kalau yang dicatat hanya angka standar, stok bahan baku akan terus menjauh dari kenyataan.

6. Master data tidak rapi

Satu barang punya dua kode karena pernah diinput oleh dua orang berbeda. Atau barang dibeli per karton, dijual per pcs, dan konversi satuannya salah atau tidak konsisten. Setiap transaksi tampak benar, tapi angka totalnya pasti meleset.

7. Stok dicatat di dua tempat

Gudang punya Excel sendiri, admin penjualan punya sistem, dan finance punya catatan lain. Tidak ada satu tempat yang disepakati sebagai sumber angka. Saat ketiganya berbeda, setiap tim yakin angkanya yang benar.

Stok yang sudah dijanjikan sering disangka selisih

Kadang stok fisik dan catatan sebenarnya cocok. Masalahnya, sebagian stok itu sudah dijanjikan ke pesanan lain atau dialokasikan ke produksi, tapi tidak ditandai. Sales melihat 200 tersedia, padahal 150 di antaranya sudah milik order lain. Ini bukan selisih fisik, tapi dampaknya sama, yaitu janji kirim yang tidak bisa ditepati.

Cara menelusuri selisih sampai ke sumbernya

Sebelum mengganti sistem atau menambah orang, lakukan penelusuran ini. Tujuannya menemukan satu atau dua titik yang menyumbang selisih paling banyak, bukan mencari semua kesalahan sekaligus.

  1. Pilih sedikit barang, jangan semuanya. Mulai dari 20 sampai 30 barang yang paling sering selisih, paling cepat berputar, atau paling mahal.
  2. Hitung ulang barang-barang itu. Lakukan hitung fisik khusus untuk daftar tadi, bukan opname seluruh gudang.
  3. Telusuri mundur kartu stoknya. Untuk setiap barang yang selisih, cari transaksi terakhir saat angka sistem dan fisik masih cocok. Selisihnya lahir di antara titik itu dan hari ini.
  4. Catat setiap temuan ke dalam satu tabel. Cukup buat kolom tanggal, kode barang, jumlah selisih, titik alur (masuk, pindah, keluar, atau produksi), dan dugaan penyebab.
  5. Ulangi selama dua sampai empat minggu. Setelah itu polanya biasanya mulai terlihat. Di banyak gudang, sebagian besar selisih berkumpul di satu atau dua titik saja.
  6. Tutup titik terbesar lebih dulu. Jangan memperbaiki tujuh hal sekaligus. Satu perbaikan yang benar-benar dijalankan lebih berguna daripada tujuh aturan baru yang diabaikan.

Cara menutup selisih untuk tiap penyebab

Sebagian besar perbaikan dimulai dari aturan kerja. Sistem membantu menegakkan aturan itu supaya tidak bergantung pada ingatan dan disiplin satu orang.

Penyebab Perbaikan cara kerja Yang dibantu sistem
Penerimaan dari dokumen Hitung fisik dulu, baru konfirmasi penerimaan. Terima sebagian kalau barang kurang. Penerimaan dicatat per item dengan scan barcode, dan selisih dengan PO langsung terlihat.
Perpindahan antar gudang Setiap perpindahan punya dua langkah, yaitu dikirim dan diterima. Barang di jalan tercatat di lokasi transit sampai gudang tujuan mengonfirmasi.
Keluar dulu, dicatat belakangan Tidak ada barang keluar tanpa dokumen, termasuk pesanan mendesak. Surat jalan dibuat dari sistem, dan stok berkurang saat barang dikirim.
Retur, rusak, sampel Buat dokumen dan lokasi khusus untuk retur, barang rusak, dan sampel. Penyesuaian stok wajib diberi alasan dan butuh persetujuan.
Pemakaian produksi Catat pemakaian aktual, dan pisahkan hasil jadi, reject, dan sisa bahan. Sisa bahan kembali tercatat ke stok, sehingga pemakaian nyata bisa dibandingkan dengan BoM.
Master data Satu barang cukup punya satu kode. Konversi satuan ditetapkan di data induk. Hak membuat barang baru dibatasi ke peran tertentu.
Dua tempat pencatatan Sepakati satu sumber angka, lalu hentikan catatan paralel. Sales, gudang, dan finance membaca stok dari data yang sama.

Untuk stok yang sudah dijanjikan, aturannya sederhana. Stok yang sudah dialokasikan ke pesanan atau work order harus dikunci, supaya tidak terlihat tersedia untuk order lain.

Kapan opname bulanan bisa dikurangi

Opname tetap perlu. Yang berubah adalah fungsinya, dari alat koreksi menjadi alat verifikasi.

Selama selisih masih lahir setiap hari, opname bulanan hanya mengejar kesalahan. Setelah titik-titik bocornya ditutup, Anda bisa beralih ke hitung bergilir (cycle count). Setiap minggu, tim menghitung satu kelompok barang, sehingga seluruh gudang terhitung dalam satu periode tanpa menghentikan operasional.

Contohnya bisa dilihat di studi kasus fabrikasi logam. Sebelumnya, perusahaan ini mengandalkan Excel, kartu stok manual di gudang, dan kartu produksi manual di pabrik, sehingga stok opname harus dilakukan setiap bulan. Setelah penerimaan, produksi, dan pengiriman berjalan di satu sistem, posisi stok bisa dibaca langsung dari sistem dan stok opname cukup dilakukan 6 bulan sekali.

Kapan masalahnya sudah butuh sistem

Perbaikan cara kerja bisa berjalan jauh dengan spreadsheet yang rapi. Tapi ada beberapa kondisi yang membuat spreadsheet tidak lagi cukup.

  • Anda punya lebih dari satu gudang atau lokasi, dan barang sering berpindah di antaranya.
  • Stok harus terbaca oleh sales saat membuat penawaran, bukan setelah menelepon gudang.
  • Setiap pergerakan barang perlu langsung tercatat ke pembukuan, supaya tutup buku tidak menunggu rekap manual.
  • Aturan yang sudah disepakati terus dilanggar karena tidak ada yang menahannya di sistem.

Kalau alur gudang Anda cukup umum, seperti penerimaan, penyimpanan, perpindahan, dan pengiriman, ERP seperti Odoo biasanya sudah menyediakan stok multi-gudang, lokasi transit, barcode, dan reservasi stok. Kebutuhan untuk distribusi dan trading dan manufaktur kami bahas di halaman solusinya masing-masing.

Kalau alurnya punya pengecualian yang tidak ada padanannya di sistem standar, misalnya subkontrak ke pihak luar atau uji sampel ke laboratorium, bagian itu bisa dibangun khusus. Lihat Software Custom untuk pendekatannya. Untuk menimbang apakah Odoo cukup untuk bisnis Anda, baca Odoo ERP Cocok untuk Siapa?.

Ringkasan

  • Selisih stok hampir selalu terjadi karena barang bergerak tanpa catatan, atau catatan bergerak tanpa barang.
  • Tujuh titik yang paling sering bocor adalah penerimaan, perpindahan antar gudang, barang keluar, retur dan barang rusak, pemakaian produksi, master data, dan pencatatan ganda.
  • Telusuri dulu dengan sampel kecil selama beberapa minggu, lalu tutup titik yang paling besar lebih dulu.
  • Opname tetap perlu, tapi fungsinya bergeser dari koreksi ke verifikasi setelah sumber selisihnya tertutup.

Ingin tahu dari mana selisih stok Anda berasal?

Kami bantu memetakan alur barang Anda, dari penerimaan sampai pengiriman, lalu menunjukkan titik mana yang paling sering membuat angka stok bergeser dan pendekatan sistem yang paling pas untuk menutupnya.

Chat via WhatsApp